Sejak Usia Berapa Anak Boleh Belajar?

Pertanyaan di atas rasanya gampang dijawab, mungkin antum ada yang berpendapat menuntut ilmu itu sejak dari buaian sampai liang kubur. Bahkan mungkin ada yang berpendapat sejak dalam kandungan, anak sudah dapat dididik. Atau tidak hanya itu, sejak memilih zaujah, pendamping menjalani bahtera kehidupan, sejak saat itu sebenarnya kita sudah mulai mengupayakan pendidikan bagi anak-anak kita kelak. Atau lebih dari itu…, ah sudahlah, ana kira sah-sah saja berpendapat, asal didasari ilmu lho ya.

Thoyib itu mungkin pendapat antum, tapi antum yang lain yang di sudut sana mungkin berpendapat beda lagi, anak baru boleh dididik ketika usianya sudah tujuh tahun, sebelum itu tidak boleh ada pendidikan, bolehnya hanya bermain, karena menurutnya pendidikan itu adalah beban.

Atau mungkin masih ada pendapat lain?

Kita sebagai penuntut ilmu, tidak perlu menutup diri untuk menerima ilmu baru, masing-masing pendapat di atas tentu punya penjelasannya sendiri-sendiri, tinggal kita ambil yang benar untuk kita, buang yang salah untuk… tong sampah.

Coba kita perhatikan pendapat yang mengharuskan usia tujuh tahun di atas, kita dapat lihat, menurut pendapat itu yang tidak boleh sebenarnya adalah “beban”, karena pendidikan telah diartikannya sebagai beban. Jadi dapat diperjelas bahwa menurutnya anak dibawah usia tujuh tahun tidak boleh diberi beban dulu, tapi biarkanlah anak usia bawah tujuh tahun, bebas, riang gembira, bermain-main sesuka hati, sementara tugas orang tua saat itu adalah mengawasi keamanannya, dan mendampingi keceriaannya dalam bermain.

Beban yang dimaksud sebenarnya apa sih?

Hal ini dapat dipahami dengan cara mengaitkannya dengan masa bermain, atau masa yang menyenangkan. apakah antum sudah nyambung?

Jadi yang dimaksud “beban” di atas, adalah hal-hal yang menurut anak bukan aktifitas bermain, hal-hal yang menurut anak aktifitas yang tidak menyenangkan.

Sehingga kita sebagai pembelajar yang baik, dapat mengambil manfaat dari pendapat yang sepertinya aneh ini. Apa yang dapat kita ambil, yaitu jadikan usia di bawah tujuh tahun sebagai usia bermain bagi anak, jadikan tanpa beban bagi anak.

Hal ini menurut ana, bukan berarti anak bawah tujuh tahun tidak boleh dididik apa pun. Bukankah bermain itu merupakan proses belajar bagi anak? Bukankah dengan bermain anak mendapatkan pengetahuannya? Jadi antum bisa saja mendidiknya, mengarahkannya, memberinya ilmu, namun catatannya adalah, harus dalam suasana bermain, dalam suasana menyenangkan.

Antum dapat baca-baca artikel-artikel menarik tentang belajar mengajar di MumtazPrivat

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Silakan Komentar dengan Sopan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s