Tips Memilih Pendamping Hidup

Buat ikhwah sekalian yang masih sendiri, dan berencana mau meninggalkan masa lajangnya, jangan lewatkan tulisan yang satu ini. Ikhwah fillah, tidak perlu tergesa-gesa, ada baiknya antum lebih mematangkan diri.

Ana akan uraikan sedikit tips menuju gerbang rumah tangga, selamat merenungi :

1. Matangkan diri
Masa bujang adalah masa bertualang, mencari identitas diri. Dalam masa bujang seseorang gampang berubah berpindah-pindah dari satu prinsip ke prinsip lainnya. Dalam masa itu, hendaknya proses pencarian kebenaran, jati diri, kedewasaan, dioptimalkan semaksimal mungkin. Sehingga diri menjadi matang dan mantap, tidak gampang berubah lagi, tidak mudah goyah, stabil, dan berpendirian kuat. Jika antum sudah mencapai kematangan tersebut, berarti antum siap berumah tangga.
Jangan sampai ketika antum masih gampang gonjang-ganjing, antum nekat menikah. Hal ini karena, perubahan pada diri antum, akan sangat mempengaruhi kehidupan rumah tangga antum. Padahal, ketika sudah menikah, untuk dapat berubah dari prinsip satu ke prinsip yang lain, variabel-variabel yang terkait sangat banyak, sehingga lebih berat proses perubahannya, atau bahkan lebih berat akibatnya.
Antum tahu, di bumi ini terdapat banyak sekali kelompok-kelompok yang masing-masing saling mengklaim atau merasa sebagai kelompok yang lebih benar jalannya, dan kelompok selainnya kurang benar jalannya. Akhirnya kita jadi bingung bukan, mana yang benar? Nah, tugas antum, carilah kebenaran itu sebelum antum menikah! Memang sulit mencari kebenaran, tapi itulah ujian hidup yang harus kita tempuh agar kelak selamat menuju Allah.
Kalau antum meremehkan ini, kemudian antum menikah tanpa begitu peduli masalah pertarungan sengit antara yang haq dan bathil, kelak suatu saat ketika antum menemukan kebenaran yang berbeda, padahal antum saat itu sudah punya anak istri, punya mertua, punya ipar, punya tetangga, punya keluarga besar dari kerabat istri, mudahkah saat itu antum berubah? Mungkin antum bisa dengan mudah berubah, tapi yang lain? Kalau antum berbeda sesuatu yang sangat prinsip terutama dengan istri, jika istri tidak mau ikut berubah mengikuti prinsip antum, maka rumah tangga antum di jurang kehancuran, kasihan anak-anak.

2. Pernikahan bukan permainan
Ada seorang pemuda yang menggampangkan masalah pernikahan ini dengan ucapannya, “Kelak kalau tidak cocok kan bisa cerai”. Jangan begitu, pikirlah matang-matang, perceraian itu bukan hanya antara kamu dan dia, tapi antara keluargamu dan keluarga dia. Perceraian itu membawa luka. Jadi, janganlah antum berfikir menikah tapi juga merencanakan perceraian. Janganlah antum membayangkan kelak akan bercerai. Tapi menikahlah dengan tekad untuk selalu menjaga dan mempertahankan keutuhannya.

3. Di balik sukanya ada duka
Menikah memang pahalanya besar, tapi ingat, mengapa berpahala besar, karena besar tanggung jawabnya, atau beban yang harus dipikul oleh orang yang menikah jauh lebih besar dari yang belum menikah. Dari sini dapat kita fahami, bahwa dibalik pernikahan menunggu kesulitan-kesulitan.
Kita juga mengerti, bahwa untuk mendapatkan sesuatu kepuasan, membutuhkan pengorbanan. Untuk mendapatkan kesenangan-kesenangan pernikahan, maka ada harga yang harus dibayar, ada kesusahan-kesusahan yang harus dijalani.
Jadi pandanglah pernikahan secara dewasa, bahwa pernikahan membutuhkan kesiapan bukan hanya sukanya, tapi juga dukanya.

4. Luruskan niat
Segala amal kita tentunya lillahi ta’ala. Namun kadang ini hanya sekedar di lisan saja, dalam pengamalannya jauh panggang dari api. Jika memang ikhlas lillahi ta’ala, maka kita tak kan tergoda oleh kecantikan maupun kekayaan. Kita akan dengan teguh berprinsip bahwa mencintai karena Allah, membenci pun juga karena Allah.

5. Mantapkan pilihan
Saat kita dihadapkan pada banyak pilihan yang kesemuanya baik dalam pandangan syariat, maka pilihlah yang mantap di hati, yang menentramkan, yang menyenangkan.

Demikian tips dari ana spesial buat antum yang ingin segera menikah.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Silakan Komentar dengan Sopan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s