Ajaib

Sudah banyak buku yang telah kita baca. Buku pengetahuan, buku bisnis, buku humor, buku cerita, dan lain sebagainya. Rak buku di rumah kita pun penuh dengan bacaan kesukaan kita. Jika kita mau mendaftar buku apa saja yang telah kita baca, tentu akan banyak judul-judul buku yang dapat kita catat. Padahal, satu buku saja mungkin berisi 100 halaman, 200 halaman, 700 halaman, atau bahkan sampai seribu halaman lebih.

Kita akan setia membolak-balik halaman demi halaman dari buku-buku kita tersebut. Bahkan kita akan buat catatan-catatan kecil, kita akan buat ringkasan-ringkasan. Kita mempelajarinya secara terencana dan terprogram, bulan ini bab ini, bulan itu bab itu, dan seterusnya.

Tidak hanya itu bahkan kita sampai hafal bahasan ini di halaman ini buku ini bahasan itu di halaman itu buku itu. Bahkan luar biasanya lagi kita sampai menghafalkan isinya, rumus-rumus yang rumit, atau mungkin cuma sekedar sebuah pantun jenaka tak luput turut kita hafalkan di luar kepala.

Demikian juga halnya, di dunia maya, kita berselancar membaca beribu-ribu karakter sekali online. Kita online, dan terus online, meskipun harus membayar untuk itu. Luar biasa hebat.

Bayangkan betapa banyak yang telah kita baca sejak kecil, dan betapa besar pengorbanan kita untuk dapat membacanya, pengorbanan tenaga, waktu, pikiran, dan juga uang.

Namun, rasanya ada satu hal yang ajaib. Sudah sekian lama kita hidup, satu juz saja dari Al Quran belum sempat terpikir kita mengkhatamkannya, memahaminya, atau menghafalnya.

Padahal Al Quran tidak terlalu tebal dibanding buku-buku yang sering kita buka sehari-hari. Hanya 604 halaman (Al Quran Madinah), sedang jumlah ayatnya adalah 6236 ayat. Sehari saja kita menghafal satu ayat, dalam jangka 6236 hari insya Allah kita sudah hafal semua ayat Al Quran. 6236 hari itu sama juga sekitar 17 tahun.

Padahal usia kita sudah di atas 20 tahun, coba sudah berapa juz yang dapat kita hafal, dua juz? Atau setengah juz? Astaghfirullahal’adzim… Benar-benar ajaib bukan, sudah segini tua baru sedikit hafalan kita.

Baik, kita tidak perlu bersedih dengan begitu banyak waktu yang telah terlewat. Jika kita bersungguh-sungguh, sebenarnya insya Allah waktu yang tersisa dari hidup kita semoga masih mencukupi untuk dapat menghafal Al Quran.

Jangan tunda-tunda lagi, apalagi usia semakin tua, tentu semakin lemah daya ingat, semakin rabun pandangan, semakin sulit berkonsentrasi.

Ayo sama-sama kita kejar ketinggalan kita, sehari menghafal satu halaman, insya Allah sekitar enam ratusan hari lebih sedikit sudah hafal sampai surat terakhir. 600 hari itu nggak nyampe dua tahun lho …

Atau tiga hari menghafal satu halaman, insya Allah enam tahun sudah sampai halaman terakhir…

Atau satu hari menghafal satu ayat?

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Ajaib

  1. Pakez berkata:

    maasya’ Allah

  2. 1) Al Qur`an memberi petunjuk menuju jalan yang lurus.

    ” إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا “

    “Sesungguhnya Al Qur`an ini memberi petunjuk kepada jalan yang lebih lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan amal saleh, bahwa bagi mereka ada pahala yang besar.” (QS Al Isra : 09)

    2) Al Qur`an adalah penyembuh & rahmat bagi orang yang beriman.

    ” وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا “

    “Dan kami turunkan dari Al Qur`an sesuatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang beriman. Dan Al Qur`an itu tidaklah menambah bagi orang-orang zalim selain kerugian.” (QS Al Isra : 82)

    3) Al Qur`an adalah perniagaan yang tidak pernah memberi kerugian.

    ” إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ “

    “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah, mengerjakan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka dalam keadaan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan pernah merugi.” (QS Fathir : 29)

    4) Al Qur`an akan memberi syafa’at pada hari kiamat.

    Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaih wa sallam bersabda,

    ” اقرؤوا القرآن, فإنّه يأتي يومَ القِيامِة شفيعاً لأصحابهِ “

    “Bacalah oleh kalian Al Qur`an! Karena Al Qur`an akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at bagi para pembaca & pengamalnya.” (HR Muslim)[1]

    Dan dari An Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaih wa sallam bersabda,

    ” يؤتى يوم القيامة بالقرآن و أهله الذين كانوا يعملون به في الدنيا تقدمه سورة البقرة و آل عمران تحاجّان عن صاحبهما “

    ” Al Qur`an akan didatangkan pada hari kiamat bersama ahlinya, yaitu mereka yang mengamalkannya di dunia. Surat Al Baqarah & Alu ‘Imran akan mendatanginya, keduanya menjadi pembela bagi orang yang membaca & mengamalkannya.” (HR Muslim)[2]

    5) Orang yang mempelajari dan mengajarkan Al Qur`an adalah insan pilihan.

    Dari Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaih wa sallam bersabda,

    ” خيركم من تعلّم القرآن و علّمه “

    “Yang terbaik diantara kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur`an dan mengajarkannya.” (HR Al Bukhari)[3]

    6) Malaikat bersama orang yang mahir membaca Al Qur`an.

    Dari ‘A`isyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaih wa sallam bersabda,

    ” الذي يقرأ القرآن و هو ماهر به مع السفرة الكرام البررة و الذي يقرؤه و هو عليه شاق له أجران “

    “Orang yang membaca Al Qur`an dengan mahir[4], akan (dikumpulkan) bersama para malaikat yang mulia dan selalu berbuat kebajikan. Dan orang yang membaca Al Qur`an dengan terbata-bata dan mengalami kesulitan, baginya dua pahala.” (HR Al Bukhari & Muslim)[5]

    7) Ada permisalan indah bagi Mukmin yang hatinya terpaut dengan Al Qur`an.

    Dari Abu Musa Al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaih wa sallam pernah bersabda,

    ” مثل المؤمن الذي يقرأ القرآن كمثل الأترجة ريحها طيب و طعمها طيب و مثل المؤمن الذي لا يقرأ القرآن كمثل التمرة لا ريح لها و طعمها حلو و مثل المنافق الذي يقرأ القرآن كمثل الريحانة ريحها طيب و طعمها مر و مثل المنافق الذي لا يقرأ القرآن كمثل الحنظلة ليس لها ريح و طعمها مر “

    “Perumpamaan seorang Mukmin yang rajin membaca Al Qur`an ia laksana Utrujjah, aromanya harum, rasanya pun manis. Adapun permisalan Mukmin yang jarang membaca Al Qur`an, ia ibarat Kurma kering, tak beraroma, walaupun manis terasa. Dan perumpamaan Munafik yang membaca Al Qur`an, ia bak Raihanah, aromanya bagus, tapi rasanya pahit. Adapun permisalan Munafik yang tidak pernah membaca Al Qur`an, ia bagaikan Hanzhalah, sedikitpun tak wangi, rasanya pun pahit.” (HR Al Bukhari & Muslim)[6]

    8) Karena Al Qur`an, Allah mengangkat derajat suatu kaum.

    Dari Umar bin khaththab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaih wa sallam bersabda,

    ” إنّ الله يرفع بهذا القرآن أقوامًا ويضع به آخرين “

    “Sesungguhnya Allah akan akan mengangkat derajat suatu kaum dengan (sebab mengamalkan) Al Kitab ini. Dan Allah akan menghinakan kaum yang lain dengan (sebab tidak mengamalkan) nya.” (HR Muslim)

    9) Menghafal Al Qur`an & rajin membacanya siang malam, termasuk cita-cita yang paling mulia.

    Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, dari baginda Nabi shallallahu ‘alaih wa sallam, beliau bersabda,

    ” لا حسد إلا في اثنتين : رجل آتاه الله القرآن فهو يقوم به آناء الليل و آناء النهار و رجل آتاه الله مالا فهو ينفقه آناء الليل و آناء النهار “

    “Tidak ada hasad (yang dibenarkan) kecuali dalam dua hal;[7] Hasad kepada seseorang yang Allah beri anugerah (menghafal) Al Qur`an lalu ia bisa membacanya dalam shalat-shalatnya sepanjang malam dan siang, serta hasad kepada seseorang yang Allah beri harta lalu ia menginfakkannya sepanjang siang dan malam.” (HR Al Bukhari & Muslim)[8]

    10) Ketenangan turun ke muka bumi tatkala Al qur`an dibaca.

    Dari Al Bara bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

    ” كان رجل يقرأ سورة الكهف وعنده فرس مربوطٌ بشطنين فتغشته سحابة ٌ فجعلت تدنو وجعل فرسٌ ينفر منها فلما أصبح أتى النّبيّ {صلّى الله عليه وسلّم} فذكر ذلك له فقال: ” تلك السّكينة تنزلّت للقرآن “

    (Suatu waktu) ada seorang sahabat sedang membaca surat Al Kahf. Disampingnya ada seekor kuda yang ditambat kuat pada dua utas tali. Tiba-tiba ia diliputi awan yang lama-lama kian mendekat. Seketika itu pula, kuda tersebut kabur darinya. Keesokan harinya, sahabat tadi menghadap baginda Nabi shallallahu ‘alaih wa sallam dan mengisahkan kejadian yang dialami. Maka Nabi bersabda, “Itulah kesejukan dan ketentraman yang diturunkan karena Al Qur`an.” (HR Al Bukhari & Muslim)

    11) Pahala besar akan diperoleh para pembaca Al Qur`an, sedangkan kerugian akan menimpa orang yang tidak memiliki hafalan Al Qur`an sedikitpun.

    Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaih wa sallam pernah bersabda,

    ” من قرأ حرفًا من كتاب الله فله به حسنة والحسنة بعشر أمثالها, لا أقول الم حرف, ولكن ألف حرف ولام حرف وميم حرف “

    “Siapa saja yang membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan akan dilipatkan sepuluh kalinya. Aku tidak mengatakan bahwa Alif Lam Mim adalah satu huruf. Akan tetapi, Alif satu huruf, Lam satu huruf, dan Mim satu huruf.” (HR At Tirmidzi, ia berkata: Hasan Sahih)[9]

    Dari Abdullah bin Amr bin Al Ash radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi shallallahu ‘alaih wa sallam, beliau bersabda,

    ” يقال لصاحب القرآن : اقرأ وارتق ورتّل كما كنت ترتّل في الدّنيا, فإنّ منزلتك عند آخر آية تقرؤها “

    “Sohibul Qur`an[10] (yang hafal Al Qur`an dan mengamalkannya) akan diseru; Bacalah! Dan naiklah terus! Bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membacanya dengan tartil saat di dunia. Sesungguhnya puncak derajatmu akan dicapai hingga akhir ayat yang mampu engkau baca.” (HR At Tirmidzi, ia berkata: Hasan Sahih)[11]

    Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaih wa sallam pernah bersabda,

    ” إنّ الذي ليس في جوفه شيء من القرآن كالبيت الخرب “

    “Sesungguhnya orang yang tidak ada sedikitpun dalam dadanya Al Qur`an, ia bagaikan rumah yang telah hancur.” (HR At Tirmidzi, hadits ini Hasan Sahih)

  3. rhs berkata:

    ingatlah selalu kematian, rumahmu yang hendak kau tinggalkan, mengapa justru kau bangun megah, aneeehhhh…

Silakan Komentar dengan Sopan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s