Tipu Menipu

Fir’aun dalam melanggengkan kekuasaannya yang semu, ia mengerahkan banyak tukang sihir.

Pejabat dalam mempertahankan jabatannya, mereka memainkan keahlian politiknya dengan begitu halus.

Pedagang dalam melariskan dagangannya, maka pedagang akan mengerahkan iklan-iklan nan menggiurkan.

Adakah di sana tipu menipu?

Ulama dalam menjaga wibawanya, mereka memperbaiki citra dirinya.

Manusia dalam mencari rizki, mereka berakrobat kesana kemari nan menakjubkan.

Adakah di sana tipu menipu?

Apakah tipuan hanya akrab dengan para pemain sulap?

Kiranya kebanyakan kita telah menjadi pesulap handal tanpa sadar.

Hati-hatilah kita…

Semoga kita tidak termasuk penipu…

Semoga pula kita tidak termasuk yang tertipu…

Karena dajjal si penipu ulung akan segera tiba…

Dajjal dengan bala tentaranya…

 

Hasbunallah wa ni’mal wakil…

 

 

 

Pos ini dipublikasikan di Renungan dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Silakan Komentar dengan Sopan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s