Logika yang Membingungkan

Saya ada masalah nih, dalam ilmu matematika ada bahasan tentang Logika, nah di sono tuch ada yang namanya metode penarikan kesimpulan. Ini nich masalah saya, perhatikan baik-baik ya..

Begini ya, sebelumnya…
Sering kita dengar nasihat janganlah kamu menganggap orang lain salah. Atau tidak dibenarkan menyalahkan orang lain. Dsb.
Nah kita akan nyatakan hal itu sebagai penyataan p misalnya.

Kemudian kita akan uji pernyataan p, pertama kita anggap pernyataan p benar.

pernyataan p berkata : “jika seseorang menganggap orang lain salah maka dirinya dikatakan salah”

pernyataan q berkata : “aku menganggap kamu (pernyataan p) salah”

pernyataan p berkata : “kesimpulannya : maka kamu (pernyataan q) dikatakan salah”

pernyataan q berkata : “kamu (pernyataan p) menganggap orang lain (aku/pernyataan q) salah”

pernyataan p berkata : “kesimpulannya : maka aku (pernyataan p) dikatakan salah”

Lihatlah :

kesimpulan akhir : maka aku (pernyataan p) dikatakan salah

pernyataan p berbunyi : “jika seseorang menganggap orang lain salah maka dirinya dikatakan salah” pernyataan p ini disimpulkan salah….

jadi pernyataan p yang benar adalah negasi/lawan dari pernyataan p semula yaitu :

“seseorang menganggap orang lain salah dan dirinya dikatakan benar”
Atau dengan kata lain “Seseorang itu benar, dia menganggap orang lain salah”
Nah bingung nggak?? coba tanya ama yang ahli matematika….

Pos ini dipublikasikan di Teka-teki dan tag , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Logika yang Membingungkan

  1. kok berkata:

    lho kok bisa?

  2. tauf berkata:

    bisa aja nih

  3. Co Bate Bak berkata:

    Ada orang yang mengatakan, “kamu tidak boleh menyalahkan orang lain, kebenaran itu relatif, jadi semua pendapat tidak boleh disalahkan…”
    Menurut pendapatku orang tersebut salah. Jika orang tersebut menyalahkan saya karena pendapatku tersebut, berarti dia tidak mempraktekkan ucapannya tadi, atau dia melawan ucapannya sendiri tadi itu. Bukankah dia tadi bilang semua pendapat tidak boleh disalahkan?
    Makanya dia seharusnya tidak menyalahkan pendapat saya.
    Di sini kita lihat bahwa penganut kebenaran relatif, atau semua pendapat benar, atau semua agama benar, atau mungkin diberi istilah oleh mereka sebagai “pluralisme”, tampak bahwa mereka itu menderita keanehan cara berfikir, bertindak atau berkata, ucapan mereka runtuh oleh ucapan-ucapan mereka sebelumnya.

Silakan Komentar dengan Sopan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s